Ternyata Internet Exchange Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia

sioot.com. Ternyata Internet Exchange Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia. Saat pertama kali diresmikan pada 2005, Open Internet Exchange Point (OpenIXP) baru menangani trafik harian dengan angka puncak di kisaran 30 Gbps. Kini, lalu lintas data internet nasional Indonesia yang ditangani oleh OpenIXP telah membengkak hingga mencapai peak sebesar 277 Gbps pada 2016 lalu.

Jumlah Autonomous System (AS) yang terhubung ke OpenIXP ikut meningkat hingga sekarang tercatat sebesar 726 AS. Tiap Autonomous System merupakan jaringan milik sebuah institusi yang tersambung ke internet melalui OpenIXP. Institusi pemilik AS bisa berupa operator telekomunikasi, online shop, ISP, bank, lembaga negara, dan lain-lain.

Head of OpenIXP Admin, Johar Alam Rangkuti, menerangkan bahwa dengan adanya ke-726 AS yang tersambung itu, OpenIXP kini telah menjadi internet exhcange terbesar di dunia, setelah PTT Metro Sao Paulo di Braazil dan Amsterdam Interet Exchange di Belanda.

“Tahun 2015, ketika AS yang tersambung ke kami masih 600-an, OpenIXP nomor lima. Sekarang 700-an nomor tiga. Tahun ini (2017) kalau sampai 800, ya jadi nomor satu,” kata Johar ketika ditemui usai acara gathering admin OpenIPX di Jakarta.

Menurut Johar yang juga menjabat sebagai Chairman Internet Data Center (IDC) Indonesia selaku pengelola OpenIPX, jumlah AS yang tersambung bisa sedemikian banyak lantaran OpenIPX tak menarik bayaran.

IDC Indonesia

IDC Indonesia

Selain gratis OpenIPX bersifat terbuka sukarela. Pemilik AS manapun bisa bergabung apabila ingin. Sifat serupa belum tentu diikuti internet exhcange lain di seluruh dunia.

Ada yang dikelola oleh pemerintah, berbayar, ada juga yang bersifat wajib bagi pemilik AS.

Beberapa negara memiliki banyak internet exchange sehingga distribusi AS relatif lebih menyebar. “Di Amerika Serikat ada 15 internet exchange, jadi tidak ada sentralnya.

Sementara, di Eropa internet exhcange dibuat per kota, bukan level nasional seperti kita,” terang Johan. Hemat Rp 4,4 triliun

Internet Exchange Point (IXP) merupakan infrastruktur fisik di mana para penyedia layanan internet ISP dan content delivery network bertukar trafik antar jaringan mereka yang berada di Amerika Serikat.

IXP memungkinkan jaringan-jaringan ini untuk tersambung langsung -alih-alih harus melalui jaringan pihak ketiga terlebih dahulu- sehingga mengirit ongkos, sekaligus bandwitdh dan latency jaringan yang kita gunakan.

Sebelum ada IXP di Indonesia, misalnya, kiriman e-mail menuju rekan yang hanya berbeda gedung di Jakarta mesti dialirkan dulu ke jaringan luar negeri sebelum akhirnya sampai ke penerima. Ini memerlukan ongkos tinggi karena sambungan ke jaringan internet internasional dikenakan biaya yang sangat mahal.

Keberadaan IXP memotong biaya tersebut karena perangkat-perangkat dalam jaringan masing-masing AS kini bisa saling tersambung (interkoneksi) secara lokal di Indonesia, tanpa harus dialihkan ke luar negeri terlebih dahulu.

OpenIXP

OpenIXP

Berapa besarnya penghematan yang dihasilkan? Menurut catatan Johar, dengan asumsi biaya sambungan internasional sebesar 100 dollar AS per Mbps per bulan, maka bandwidth 277 Gbps yang dicatat oleh OpenIXP menghemat biaya sebesar Rp 4,4 triliun setiap tahun.

“Karena bisa menghemat ongkos, ISP lalu menurunkan biaya langganan. Ujung-ujungnya, pelangganlah yang menikmati manfaat dengan mendapat internet yang lebih terjangkau,” imbuh Johar.

Jauh sebelum OpenIXP ada, sebenarnya telah ada internet exhcange lain bernama Indonesia Internet Exchange (IIX) yang diluncurkan pada 1997 oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Hanya saja, IIX hanya bisa digunakan oleh ISP. Para pemilik AS lain di luar itu, seperti misalnya universitas atau institusi pendidikan, tidak dapat ikut menikmati interkoneksi yang sangat cepat ini.

Sebab itulah, Johar yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal APJII pada awal-awal dekade 2000-an menginisiasi terbentuknya OpenIXP untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat internet Indonesia.

OpenIXP lalu berkembang hingga kini diklaim menaungi lebih dari 90 persen trafik internet di Indonesia.

Demikianlah Ternyata Internet Exchange Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia, semoga bermanfaat.

No Response

Leave a reply "Ternyata Internet Exchange Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia"